Indonesia Berqurban, Bangsa & Dunia Menikmatinya

Mengenal Kehidupan Transmigran di Soppeng

01 September 2018

ACTNews, SOPPENG – Dengan rumput dan semak terhampar bagai permadani di kanan dan kiri, jalanan berbatu, dan hewan gembala yang berlalu-lalang dari bukit ke bukit, Desa Tellulimpoe tampak seperti desa lainnya di Kecamatan Marioriawa. Terisolasi, hingga hanya sedikit jaringan seluler yang bisa bekerja dengan baik. Sepi dan senyap, dengan jumlah ternak lebih barangkali banyak daripada manusia.

Tapi, semakin dalam mobil yang membawa kami memasuki desa, perlahan-lahan mulai tersibak pemandangan yang lain dari biasanya. Kebanyakan rumah di Desa Tellulimpoe bukanlah rumah panggung yang terbuat dari kayu seperti di daerah lain Sulawesi Selatan, melainkan rumah satu lantai yang terbuat dari semen.

Kami, Tim Global Qurban - ACT Sulsel, turun dari mobil dan menemui seorang pria berkepala lima yang memperkenalkan diri sebagai Wasino, Kepala RT setempat. Alih-alih mengucapkan banyak imbuhan khas Sulawesi seperti “ji” dan “mi,” justru dialek Jawa yang keluar dari bibirnya. Tipis, tidak medok, bukti bahwa Wasino sudah lama menetap di Tanah Celebes dan berbaur dengan masyarakat Bugis.

“Saya memang asli Yogyakarta. Wates, lebih tepatnya,” ujar Wasino kalem saat ditanya perihal namanya yang bukan nama khas etnis Bugis atau Makassar.

Wasino bukanlah satu-satunya orang Jawa di Desa Tellulimpoe. Setidaknya 42 keluarga tercatat dalam catatan sipil sebagai suku Jawa. Mereka adalah transmigran dari Pulau Jawa yang pindah ke Desa Tellulimpoe di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, pada tahun 2005 ke atas.

“Mereka pindah atas program pemerintah Sulawesi Selatan. Dulu, awal tahun 2000-an, warga lokal memiliki tanah yang begitu luas. Saking luasnya sampai tidak terurus. Belum lagi mereka juga kurang tahu cara bertani yang efektif dan efisien. Sebaliknya, di Jawa sana, para petani tahu cara bertani yang efektif dan efisien, tapi tidak punya lahan memadai. Akhirnya, pemerintah membeli tanah mereka yang memiliki tanah minimal dua hektar, dan memberikannya secara cuma-cuma kepada transmigran,” kata Darwis (43) Kepala Desa Tellulimpoe.

 

Tahun 2004 menjadi tahun pertama penempatan transmigran. Dalam penempatan gelombang pertama tersebut, 100 keluarga dipindahkan ke Desa Tellulimpoe, terdiri dari 50 keluarga transmigran dan 50 keluarga lokal yang berasal dari desa lain. Para keluarga ini pun diberikan rumah dan tanah. Segala kebutuhan mereka diberikan secara gratis oleh pemerintah. Semua demi memungkinkan pembangunan.

Darwis pun mengakui manfaat dari transmigrasi itu. Menurutnya, meskipun warganya masih hidup di bawah garis kemiskinan, taraf hidup mereka sudah lebih baik daripada sebelumnya. Sudah ada dana desa, PKK, dan juga pendampingan usaha dari pemerintah setempat.

Para pendatang bisa mendapatkan tanah untuk digarap, dan warga lokal bisa belajar dari transmigran Jawa tentang bertani dengan baik, utamanya jagung dan kacang-kacangan. Listrik sudah mengalir lancar, sudah ada kantor pemerintah lokal yang layak, Pustu atau Puskesmas pembantu, lapangan, aula sentral yang terbuka, serta sekolah dasar untuk kelas 1-4.

“Untuk SD kelas 5-6, hanya ada di SD inpres di daerah Panci. SMP pun ada di Panci, sedangkan SMA ada di Welange. Kalau pasar, adanya di daerah Batubatu,” Darwis menjelaskan.

Ketika ditanya apa masalah yang masih menghantui desa mereka, para warga berebut menjawab. Salah satunya, “Babi di sawah, mengganggu sekali pertanian,” dan juga, “Masih suka kekeringan, walau kita sudah punya sumur bor. Kalau kering, kami terpaksa jalan 2 kilometer ke sungai.”

“Sekarang, sekitar 7-8 keluarga transmigran sudah pindah ke luar desa. Tanah mereka dijual lagi. Tapi banyak yang tinggal, betah di sini,” kata Darwis yang merupakan warga dari desa sebelah sebelum program transmigrasi.

Akibat program transmigrasi yang membaurkan warga lokal dengan warga pendatang, terjadi akulturasi di Desa Tellulimpoe. Misalnya, banyak dari transmigran itu yang jadi bisa bahasa Bugis, terutama para generasi kedua. Sementara generasi pertama juga gemar mencampurkan bahasa Jawa dengan bahasa Bugis. Tradisi Jawa pun menular ke suku Bugis di desa tersebut, di mana penduduk desa mengadakan halal bihalal di Hari Raya Idulfitri dan Iduladha, serta menabuh bedug dan takbiran dari malam hingga pagi.

Walaupun tradisi budaya Bugis dan Jawa bisa saling bertukar, tradisi saat Iduladha, yakni mengolah daging kurban, tidak selalu dapat diwujudkan. Tidak ada hewan kurban yang datang, tidak ada daging sapi untuk dimasak dan disantap dengan keluarga dan kerabat. Bisa dimaklumi, karena memang mayoritas penghuni desa transmigran ini masih termasuk kategori prasejahtera.

“Di tahun-tahun sebelumnya, memang ada kurban. Itu juga biasanya kambing, tidak pernah sapi. Tahun ini, tidak ada kurban sama sekali,” kata Lihayah (53), salah seorang penduduk. Berasal dari Surabaya, Lihayah pindah pada 2006.

Lihayah dan penduduk lainnya bisa bergembira sedikit. Pasalnya, di hari ketiga tasyrik, Sabtu (25/8), Global Qurban - ACT Sulsel datang membawa sapi untuk disembelih. Sekitar 42 keluarga bisa menerima daging sapi yang diamanahkan rakyat Indonesia kepada Global Qurban - ACT itu.

Ungkapan terima kasih pun mengalir dari banyak warga. Mereka sangat bersyukur bisa kembali merasakan daging sapi. Ditanya soal olahan mereka nanti, jawaban mereka pun beragam. Mulai dari konro dan topalada yang merupakan makanan khas Sulawesi, sampai krengseng dan tongseng yang merupakan penganan Jawa. Bukti kedamaian, bukti bahwa penduduk Desa Tellulimpoe mampu hidup berdampingan tanpa memandang suku mereka, dan saling menguatkan di tengah keterisolasian desa mereka. []

Berita Lainnya

14 September 2018

Sekali Lagi, Mengetuk Pintu Gaza di Hari Lebaran Kurban

ACTNews, GAZA - Bertemu Agustus, bersua Dzulhijah 1439 H, bagi miliaran Muslim di dunia berarti menyambut datangnya lebaran yang paling…

12 September 2018

Penjelajahan Baru Global Qurban sampai ke Uganda

ACTNews, MBALE – Tahun berganti, pengalaman bertambah, amanah makin membesar, penjelajahan harus bertambah luas. Prinsip inilah yang dijaga kelanjutannya oleh…

01 September 2018

Bugis atau Jawa, Ana Tetap Indonesia

ACTNews , SOPPENG - “Ini, diminum dulu, ji ,” ucap Haryana atau Ana (20), sambil meletakkan nampan berisi sirup dan…

01 September 2018

Keceriaan di Tengah Duka Danau Tempe

ACTNews , WAJO – Mata Abi menyipit menahan sinar matahari selagi kepalanya mendongak ke atas. Ia berusaha melihat lebih baik…

31 August 2018

Harapan Hamria, Guru Mengaji di Pedalaman Sulawesi

ACTNews , LUWU – Terpal biru penuh debu itu menjadi ruang percakapan Hamria dan kedua anaknya. Sambil mengobrol ringan, mereka…

Alamat Global Qurban

Kantor Pusat

Menara 165, lantai 11,
Jl. TB. Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur
Jakarta Selatan, 12560, Indonesia
Ph. +62 21 2940 6565, Fax. +62 21 2940 6564

Kantor Pendukung

Perkantoran Ciputat Indah Permai
Blok B 8-9
Jl. Ir. H. Juanda no. 50, Ciputat, 15419, Indonesia
Ph. +62 21 741 4482,
Fax. +62 21 742 0664
Jl. Tgk. H. M. Daud Beureueh No. 46, Kota Banda Aceh, Aceh, Kode Pos 23126.
Ph. +62 852 1000 1226
SMS Center +62 852 1000 1226
Email actaceh2017@gmail.com
Jl. Al Falaah Raya No.3, Kel. Glugur Darat I Kec. Medan Timur,>br> Kota Medan, Sumatera Utara, Kode Pos 20239.
Ph. 061 4206 6885
SMS Center 085210001160, Call/WA 081377228820
Email act.medan@act.id
Jl S.Parman No.170, Ulak Karang Selatan, Kota Padang,
Sumatera Barat 25134
Ph. 0751 897 1974
SMS Center 0811 668 0074
Email actsumbar@gmail.com
Ruko Panam Raya Permai Jl. H.R.Subrantas No. 84 C, Kel. Delima, Kec. Tampan,
Kota Pekanbaru, Riau, Kode Pos 28294.
Ph. 0761 670 2240
SMS Center 0813 6506 0799
Email act.pekanbaru@act.id
Jl. Jenderal Soedirman km.3,5 No. 3268, Ilir Timur 1, Seberang SMAN 3,
Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kode Pos 30129.
Ph. 08136900 7979
SMS Center
Email act.palembang@act.id
Jl. Gitar No. 21 RT 02 RW 10 Kelurahan Turangga
Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Ph. 022 7328 0430
SMS Center +62 822 1400 1200
Email act.bandung@act.id
JL. Karangrejo No 124 A Rt 004 Rw 002
Kel. Karangrejo, Kec. Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah 50234
Ph. 0812 3423 4514
SMS Center 0853 1199 9930
Email act.semarang@act.id
Jalan Gayungsari Barat X/41, Kelurahan Gayungan, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur, 60235
Ph. 031 8290 570
SMS Center +62 853 1112 8822
WA 0823 3444 0812
Email act.surabaya@act.id
Perum Tiara Mas Nitikan kav A1, Jl. Nitikan Baru, Sorosutan,
Umbulharjo Yogyakarta, Kode Pos 55162.
Ph. 0274 388 572
SMS Center 0851 0313 4440
Email act.yogyakarta@act.id, actdiy@gmail.com
Jl. Sultan Alauddin, Alauddin Plaza, Ruko SSH No.8,
Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kode Pos 90221
Ph. 0411 898 6113
SMS Center 0852 1000 5667
Email act_sulsel@act.id
Jl. Muhammad Hatta No 133. Kelurahan Lolu Utara. Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, 94112
Ph. 0813 9852 1206
SMS Center 0822 1000 9761
Email act.palu@act.id
Jl. Jendral Sudirman No. 73 E Pahoman, Bandar Lampung - 35118
Ph. 0721-560 7053
SMS Center +62 878-8627-0035
Email act.lampung@act.id
Jl. Sriwijaya No. 80J Kel. Pagesangan Timur, Kec. Mataram Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
Ph. 0811 3999 466
SMS Center
Email act.lombok@gmail.com
Komplek Khazanah Plaza Blok RA No. 19 Sukajadi – Batam
Telp: 0778 4883669
SMS 0852 1000 5622
WA 0812 6643 8743
Email act.kepri@act.id
Pertokoan Ciliwung Indah 10 Kav.5, Kel. Purwantoro, Kec. Blimbing, Malang, Jatim, 65122
Telp : 0821 4343 2212
Sms center : 0852 1000 1245
Telp kantor : 0341 410331
email : act.malang@act.id
Jl A. Yani km. 5,5 No. 49 Rt. 23 Rw. 02, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin, 70249 Kalimantan Selatan 90221
Sms center : 0851 1000 8056
Wa : 0813 9549 9028
Email : act.kalsel@act.id
Jl. Jend. A. Yani NO 278 C Solo 57139
TLP 0856-4099-6282
Jl. Mt. Haryono RT. 013, kel. Damai Baru.
Ruko samping optik matta. Balikpapan. Kaltim
TLP 0852-5158-1988

Layanan Jemput Donasi Kurban

WHATSAPP
0813 7000 2900

SMS Center
0853 3000 6000

Mitra GlobalQurban